Berangkat dari kecintaan saya pada beberapa cabang seni seperti musik, sastra sampai visual desain tanpa sengaja menuntun saya bertemu seni foto. Dua tahun menekuni seni foto sebagai hobby membuat saya semakin mengerti bahwa memang ada benang merah yang saling menghubungkan antara seni-seni yang ada selama ini.

Lewat musik mengajarkan saya betapa pentingnya sebuah harmoni antara obyek-obyek seni, Lewat sastra menuntun saya bagaimana cara bercerita yang pada giliranya saya juga harus bisa bercerita lewat cahaya, lewan visual desain mengajarkan saya bagaiman mengenali warna-warna yang nyaman dan menarik untuk mata.

Berbekal sedikit pengetahuan saya pada beberapa bidang seni ditambaah dengan cita rasa seni yang setiap hari saya asah akhirnya saya mantap memebuat sebuah brand fotografi dengan nama Lazy Frame,

Kenapa menggunakan nama Lazy Frame, itu semua karena saya sampai saat ini hanya melakukan sesi foto di hari minggu saja karena kesibukan bekerja, namun tak jadi soal karena yang saya janjikan atau saya kejar adalah sebuah kualitas bukan kuantitas.